Sabtu, 13 April 2013

Bintik Hitam di Matahari



     Bintik Hitam di matahari terbentuk karena suhu lebih rendah. Dengan menggunakan teleskop ditambah dengan kaca penapis cahaya untuk mengamati permukaan matahari, terkadang dapat terlihat bintik hitam setelah sebagian besar sinar matahari tertapis. Ukuran sebenarnya dari bintik hitam ini mencapai 500-10 ribu km.
     Tempat munculnya titik hitam merupakan bagian permukaan matahari yang suhunya lebih rendah, maka terlihat gelap. Jumlah bintik hitam akan bertambah dan berkurang setiap 11 tahun sekali, pada saat yang bersamaan juga terjadi rotasi matahari dari barat menuju timur yang bergerak secara perlahan-lahan.

Masa Depan Alam Semesta



     Alam semesta mungkin dapat bertahan selamanya tapi juga mungkin akan menghilang. Masa depan alam semesta tergantung pada jumlah materi yang terkandung didalamnya, yang juga disebut kepadatan. Jika dalam alam semesta terdapat lebih banyak materi yang menghambat perkembangannya, ada kemungkinan alam semesta berhenti mengembang dan kembali menyusut (alam semesta yang tertutup).
     Sebaliknya, jika jumlah materi yang menghambat perkembangan alam semesta lebih sedikit, alam semesta akan terus mengembang (alam semesta terbuka), atau setelah mengembang sampai tahap tertentu, ukuran alam semesta akan menjadi tetap, tidak akan terjadi pengembangan lagi (alam semesta yang tidak berubah). Tapi, hal-hal ini masih perkiraan saja, sampai sekarang belum ada buktinya.

Rabu, 03 April 2013

Teori Big Bang



Walau ada berbagai pendapat yang berbeda, tapi teori ilmiah yang paling kuat adalah Big Bang. Teori berpendapat, sekitar 15 tahun yang lalu, alam semesta hanyalah titik kecil. Namun setelah mengalami ledakan besar dan mengembang, barulah berkembang hingga seukuran sekarang. Bahkan sekarang pun alam semesta masih dalam tahap perkembangan. Nantinya akan seperti apa, untuk saat ini belum ada teori yang jelas.

Sabtu, 16 Maret 2013

Mulut Serangga

     Serangga yang mangsanya kuat, pasti memiliki rahang dan kaki yang kuat juga. Bentuk mulut serangga berbeda mengikuti mangsanya. Bahkan ada yang menggigit manusia. Ada serangga yang bentuk mulutnya ketika masih muda dan setelah dewasa berbeda. Itu karena makanan serangga itu juga.
     Capung memiliki rahang paling kuat di antara serangga. Pertama, capung menangkap mangsa dengan kaki depannya. Lalu, memotong kecil-kecil mangsa dengan rahang besar. Makanan diputar menggunakan rahang kecil sampai bisa masuk ke dalam mulut.
     Lalat memiliki mulut untuk menjilat. Lalat tidak mengecap makanan menggunakan mulut, tapi dengan rambut sensorik yang ada di kaki. Jadi, lalat terus terbang sampai menemukan makanan yang enak. Kalau lalat terus mengelilingi satu tempat, berarti dia sudah menemukan makanan sesuai dengan seleranya.
     Banyak serangga yang menghisap sari mangsanya menggunakan alat isap. Contohnya adalah kupu-kupu yang menghisap madu di bunga, nyamuk yag menghisap darah hewan, tonggeret yang menghisap getah pohon.
     Nyamuk tidak hanya menghisap darah hewan dan manusia. Biasanya nyamuk menghisap getah tanaman atau embun. Hanya nyamuk betina yang kada menghisap dara hewan atau darah manusia. Karena darah binatang mengandung nutrisi yang diperlukan telur yang sudah dibuahi.

Sabtu, 02 Maret 2013

Mata Serangga


 
 Perbandingan mata serangga dengan mata manusia
A . Mata Manusia
           Mata manusia memiiki satu lensa tempat sinar berkumpul menjadi satu. Gambar benda yang melalui lensa ini jatuh di retina. Gambar yang jatuh di retina diteruskan oleh saraf mata ke otak, dan otak mengartikan gambar tersebut.
     B. Mata Serangga
         Jumlah Omatidum serangga sekitar 200-28.000 buah. Jadi pasti bisa melihat benda yang bergerak deengan jelas. Dalam mata majemuk serangga, masing-masing mata menerima gambar. Masing-masing mata hanya menerima sinar yang masuk dengan garis lurus. Lalu, potongan-potongan gambar itu dikumpulkan di saraf mata, dan terbentuklah gambar sempurna.
- - - - -
     Serangga juga memiliki 2-3 buah mata tunggal yang berfungsi untuk mengetahui terang dan gelap. Kalau kita tiba-tiba arahkan sinar ke serangga yang ada di tempat gelap, beberapa detik kemudian, serangga itu baru bergerak. Kalau kita tutup mata tunggalnya, baru setelah 5 detik serangga itu bergerak

Senin, 18 Februari 2013

Sejarah Serangga



     Kemunculan serangga pertama kali diperkirakan pada periode Silur sekitar 400 juta tahun yang lalu. Dan, munculnya serangga yang bisa terbang adalah saat periode Karbon ketika bumi dipenuhi tumbuhan paku. Ada teori yang mengatakan bahwa serangga yang hidup di air adalah keturunan Arthopoda. Capung yang muncul di zama tersebut panjang sayapnya jika dibentangkan adalah 75 cm. Dan wujud kecoa tetap sama.



*Apa itu Arthopoda?
  = Tubuhnya berbentuk bilateral simetris, tubuh dan kakinya disusun atas segmen yang banyak. Serangga juga termasuk Arthopoda.*

     Nenek moyang serangga adalah Annelida. Jenis Annelida ini hidup di laut, tapi jenisnya nggak begitu banyak. Setelah itu , kulitnya mengeras, dan terbentuklah segmen, sehingga muncullah jenis Arthopoda yang bisa bergerak sebanyak lebih dari 300 jenis. Arthopoda yang paling banyak adalah 'Trilobite'. Lalu ada jenis yang mulai keluar dari air, sehingga berevolusi menjadi berbagai jenis serangga lain. Demi melindungi dirinya, serangga mulai berevolusi, sehingga tubuhnya mulai mengecil. Metamorfosis atau  serangga-serangga yang bertukar topen sudah terjadi.

Senin, 28 Januari 2013

Mutasi





     Orang pertama yang menggunakkan istilah mutasi adalah seorang ahli dari belanda yang bernama "de Bris". Ketika Ia mengembangbiakkan  bunga sundrops liar, keturunan yang didapat sering kali bunga yang aneh. Akhirnya, Ia tahu kalau peristiwa itu disebut 'hereditas', sehingga dia menggunakkan istilah 'Mutasi'
     "Thomas Hunt Morgan" (1866-1945) melakukan penelitian mutasi pada lalat buah. Kemudian dia menulis dalam laporannya bahwa gen yang terbentuk dalam kromosom akan berubah bentuk, sehingga disebut 'kekhasan genom'. Pada tahun 1933, beliau mendapatkan nobel di bidang kedokteran dan fisiologi.
     Ia memilih lalat buah karena umur mereka pendek dan mudah berkembang biak. Dan dia tidak perlu tempat luas untuk membiakkan mereka. Ia dapat mengamati dan menyusun peta kromosom dengan mudah karena jumlah kromosom lalat buah hanya 8 buah. Dengan memberi makan, cahaya dan suhu yang berbeda, dia dapat mengembangkan lalat buah.
     Awalnya, mata lalat buah berwarna merah. tapi karena terjadi mutasi, matanya menjadi putih. Tergantung dengan lingkungannya, gen bisa gagal membentuk gen yang sama. Hasilnya adalah keturunan yang sama sekali yang berbeda dengan induknya.